Allah’s Unimaginable Compassion - Kamplongan
NEWS  

Allah’s Unimaginable Compassion

Ilustrasi berdoa.  Foto: Shutterstock
Ilustrasi berdoa. Foto: Shutterstock

Bayangkan saja sejenak. Kalian menghina seseorang, atau Kalian telah menderita rasa sakit seseorang. Kemudian Kalian menyadari kesalahan Kalian dan mau meminta maaf. Kalian mengakui bahwa apa yang Kalian lakukan pada orang itu salah dan dia pantas mendapatkan permintaan maaf Kalian.

Beberapa waktu kemudian Kalian memang datang kepadanya, meminta pengampunannya. Kalian datang kepadanya mengatakan kepadanya bahwa Kalian melakukan kesalahan dan Kalian menyesalinya. Dan untuk itu Kalian benar-benar memohon padanya dari lubuk hati Kalian untuk memaafkan Kalian.

Secara mengejutkan dan di luar dugaan Kalian, orang itu tersenyum, mengungkapkan kegembiraan dan kebahagiaannya, memeluk Kalian. Bukan hanya itu dia bilang dia memaafkanmu. Dia mengeluarkan dompet dari sakunya dan menyerahkan sejumlah uang sebagai hadiah untukmu. Hebatnya dia melakukan semua ini hanya karena kesediaan dan ketulusan Kalian untuk meminta pengampunannya.

Percayalah, Allah bahkan lebih pengasih dan penyayang daripada orang itu. Suatu hari, Nabi dan para sahabat melewati seorang wanita yang sedang menyusui anaknya. Nabi menoleh kepada para sahabatnya bertanya: “menurutmu apakah wanita ini mencintai anaknya?”. Semua responden menjawab: “pasti wahai Rasulullah”. Nabi kemudian memberi tahu mereka: “Allah lebih mencintai hamba-hambanya daripada wanita ini terhadap anaknya” (Hadits).

Salah satu (saya menyebutnya) kasih sayang dan cinta Allah yang tak terbayangkan kepada hamba-Nya adalah bahwa sebesar apapun dosa yang mereka lakukan, Allah selalu ada untuk mereka peluk dan ampuni. Dia menyatakan: “Dan rahmat-Ku menutupi segalanya” (Al-Qur’an).

Nabi memberi tahu kami dalam banyak hadits bahwa Allah tidak pernah menutup kesempatan untuk mengampuni hamba-hamba-Nya yang berdosa. Allah membukakan pintu ampunan pada malam hari bagi orang yang melakukan dosa pada siang hari. Allah akan mengampuni setiap hamba yang meminta ampun kepada-Nya sebelum nafas terakhirnya keluar dari tenggorokannya (yugharghir). Dan Allah pun masih akan mengampuni hamba-Nya sebelum matahari terbit di Barat (qiyamah).

Kami mau menutup catatan singkat ini dengan dua ayat dari Al-Qur’an.

Ayat pertama adalah bahwa karena cinta dan kasih sayang-Nya, Allah memanggil hamba-Nya sambil berkata: “Wahai hamba-hamba yang kucintai (‘ibaadiya); jangan putus asa dari Rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni segala dosa. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Azzumar: 53).

Ada dua poin penting dalam ayat ini.

1) Allah menyebut para pendosa “ibaadiya” yang artinya “hamba-hamba yang kucintai”. Istilah “abdun” dalam Al-Qur’an adalah cara paling terhormat untuk menyapa hamba-Nya. Nabi Muhammad (SAW) di banyak tempat di dalam Al-Qur’an disebut “‘abd” (abdii, abdahu, dll.).

2) Allah dengan jelas mengingatkan hamba-hamba-Nya yang tercinta untuk “tidak pernah putus asa” dari cinta dan kasih sayang-Nya yang tak terbatas. Sebuah pernyataan yang memberikan semua ibadahnya (hamba) akan tetap berharap menang atas dosa-dosa mereka.

Ayat kedua mirip dengan cerita ilustratif yang disebutkan di awal catatan ini. Bahwa Allah Yang Maha Penyayang, Maha Baik dan Pengampun, tidak hanya Dia yang bersedia mengampuni hamba-hamba-Nya yang berdosa yang dengan tulus kembali kepada-Nya untuk pengampunan. Selain itu, selain ampunan-Nya bagi mereka, Allah akan mengganti kesalahan dan dosa mereka dengan kebaikan dan pahala.

Allah berfirman: “Kecuali orang-orang yang bertaubat dan beriman serta beramal saleh, Allah akan mengubah dosa-dosa mereka menjadi perbuatan-perbuatan yang baik (pahala), sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Al-Furqan: 70).

Cukup bagi kita untuk benar-benar rendah hati dan berkata kepada-Nya: “terima kasih Allah”. Pengampunan Kalian adalah semua yang saya butuhkan. Karena ampunanmu dan balasan atas kerelaanku untuk dimaafkan adalah kunci menuju Jannah.

Ini adalah satu langkah untuk mengubah status kita dari pendosa menjadi pemenang. Jika Tuhan mengizinkan!

https://kumparan.com/shamsi-ali/allahs-unimaginable-compassion-20xdjdkXTB8

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: