Asuransi Jiwa Dan Kecelakaan Jemaah Haji 2023 Mulai Ditransfer Bertahap - Kamplongan
NEWS  

Asuransi Jiwa dan Kecelakaan Jemaah Haji 2023 Mulai Ditransfer Bertahap

Jamaah melaksanakan tawaf ifadah di sekitar Ka'bah di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, Sabtu (1/7/2023).  Foto: Wahyu Putro A/ANTARA FOTO
Jamaah melaksanakan tawaf ifadah di sekitar Ka’bah di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, Sabtu (1/7/2023). Foto: Wahyu Putro A/ANTARA FOTO

Selama pelaksanaan ibadah haji tahun 2023, 775 jemaah haji asal Indonesia meninggal dunia. Direktur Pelayanan Haji Domestik dan Ketua PPIH Pusat, Saiful Mujab mengatakan, asuransi jiwa bagi jamaah yang meninggal dunia sudah mulai dicairkan secara bertahap.

"Hingga hari ini, biaya asuransi sudah ditransfer ke 301 rekening jemaah. Jadi pencairan langsung masuk ke rekening [milik] jenazah jemaah yang digunakan saat membayar biaya haji di BPS Bipih sebelum berangkat," kata Saiful Mujab dalam keterangannya, Senin (7/8).

"Selebihnya masih dalam proses verifikasi dan pembayaran akan segera dilakukan," dia menambahkan.

Saiful Muhab menjelaskan, klaim asuransi ini dilakukan oleh Direktorat Pelayanan Haji Domestik, Ditjen PHU. Salah satu syarat yang diperlukan untuk mencairkan asuransi ini adalah surat kematian (COD) dan surat keterangan kematian (SKK) jemaah yang telah diverifikasi oleh Siskohat.

“Keluarga jemaah tidak perlu melakukan apa-apa, cukup konfirmasi ke pihak bank yang menerima titipan dari almarhum/almarhumah, apakah dana klaim asuransi sudah ditransfer atau belum,” kata Saiful.

Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri, Saiful Mujab yang juga Ketua PPIH Pusat 1444 H/2023 M Foto: Kemenag RI
Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri, Saiful Mujab yang juga Ketua PPIH Pusat 1444 H/2023 M Foto: Kemenag RI

Selain itu, klaim asuransi juga diberikan kepada jamaah yang mengalami kecelakaan. Berikut ketentuan klaim asuransi jiwa dan kecelakaan jemaah haji Indonesia 2023:

  1. Jamaah yang meninggal diberikan asuransi minimal Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) per embarkasi

  2. Jamaah yang meninggal karena kecelakaan diberikan dua Bipih per embarkasi

  3. Jamaah kecelakaan yang mengalami cacat tetap, diberikan santunan yang besarnya bervariasi antara 2,5% sampai dengan 100% Bipih per embarkasi

  4. Pengaturan asuransi dilakukan oleh Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah. Perusahaan asuransi akan membayar klaim melalui transfer ke rekening jemaah

  5. Pertanggunganmenutupi sejak jemaah memasuki asrama embarkasi sampai dengan jamaah kembali ke debarkasi haji.

Update Haji Sakit di Saudi

Jamaah haji Indonesia yang sakit berangkat ke Arafah untuk mengikuti Safari Wukuf.  Foto: Kementerian Agama
Jamaah haji Indonesia yang sakit berangkat ke Arafah untuk mengikuti Safari Wukuf. Foto: Kementerian Agama

Hingga saat ini, masih ada 76 jemaah haji Indonesia yang dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS). Rinciannya, 31 orang di Rumah Sakit Makkah, 37 orang di Rumah Sakit Madinah, dan 8 orang di Rumah Sakit Jeddah.

"Kami telah menugaskan tiga PIC untuk update informasi jamaah sakit yang masih dirawat di Rumah Sakit Makkah, Madinah dan Jeddah," jelas Konsul Haji KJRI Jeddah, Nasrullah Jasam, dalam keterangannya.

PIC bertugas memantau secara berkala kondisi jemaah yang masih dirawat di RSAS. Jadi, keluarga yang mau mendapatkan informasi terkait kondisi jamaah saat ini bisa menghubungi PIC.

"Semoga kondisi jemaah yang dirawat bisa segera pulih. Kalau rumah sakit sudah menyatakan layak terbang, akan kami bawa pulang ke tanah air. Kode KJRI Jeddah juga telah menyiapkan tim yang akan mengantar jemaah haji yang dinyatakan fit untuk terbang kembali ke Indonesia." dia menyimpulkan.

https://kumparan.com/kumparannews/asuransi-jiwa-dan-kecelakaan-jemaah-haji-2023-mulai-ditransfer-bertahap-20wht91ZoMy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: