Cuma NTB Yang Ekonominya Negatif, Imbas Aturan Larangan Ekspor Tembaga - Kamplongan
Bisnis  

Cuma NTB yang Ekonominya Negatif, Imbas Aturan Larangan Ekspor Tembaga

Pekerja menyelesaikan pembangunan tribun penonton di Pertamina Mandalika International Street Circuit di KEK Mandalika, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Sabtu (5/3/2022).  Foto: Ahmad Subaidi/ANTARA FOTO
Pekerja menyelesaikan pembangunan tribun penonton di Pertamina Mandalika International Street Circuit di KEK Mandalika, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Sabtu (5/3/2022). Foto: Ahmad Subaidi/ANTARA FOTO

Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi satu-satunya daerah dengan ekonomi negatif pada triwulan II 2023. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud mengatakan kondisi ini disebabkan oleh menurunnya aktivitas pertambangan dan penggalian, khususnya produksi tembaga serta aktivitas pertanian dan kehutanan.

Berdasarkan data BPS, perekonomian NTB triwulan II 2023 negatif 0,48 persen. Berbeda dengan perekonomian di NTT yang masih positif meski tipis 0,90 persen. Sedangkan perekonomian Bali sebesar 2,59 persen. Secara keseluruhan, perekonomian Bali-Nusra (Nusa Tenggara) sebesar 3,01 persen. Angka tersebut jauh dari struktur perekonomian Indonesia, khususnya di Pulau Jawa yang memberikan kontribusi terhadap PDB sebesar 57,27 persen.

"Jika melihat Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) NTB yang mengalami kontraksi pada triwulan II 2023, terjadi penurunan kegiatan pertambangan dan penggalian khususnya produksi tembaga, serta kegiatan kehutanan dan pertanian khususnya produksi padi." ujar Edy dalam konferensi pers, Senin (7/8).

Tangkapan layar penjelasan Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh.  Edy Mahmud, dalam konferensi pers BPS untuk pertumbuhan ekonomi triwulan II 2023. Sumber YouTube, BPS
Tangkapan layar penjelasan Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud, dalam konferensi pers BPS untuk pertumbuhan ekonomi triwulan II 2023. Sumber YouTube, BPS

Menurunnya aktivitas pertambangan di NTB merupakan imbas dari kebijakan Presiden Jokowi yang melarang ekspor tembaga tahun ini. Namun, ditunda hingga tahun depan.

Sedangkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II tahun 2023 mencapai 5,17 persen secara tahunan (tahun demi tahun/ yoy) dan tumbuh 3,86 persen secara triwulanan (kuartal ke kuartal/qtq).

Edy Mahmud menjelaskan perekonomian Indonesia yang diukur dengan produk domestik bruto (PDB) triwulan II 2023, atas dasar harga berlaku mencapai Rp5.226,7 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan mencapai Rp3.075,7 triliun.

"Di tengah perlambatan ekonomi global dan penurunan harga komoditas ekspor unggulan, perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,17 persen tahun yaR," kata Eddy.

https://kumparan.com/kumparanbisnis/cuma-ntb-yang-ekonominya-negatif-imbas-aturan-larangan-ekspor-tembaga-20wYxLWrkWf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: