Harga Saham Waskita Beton Mentok Di Rp 50, Begini Nasib Utang Para Vendor - Kamplongan
Bisnis  

Harga Saham Waskita Beton Mentok di Rp 50, Begini Nasib Utang Para Vendor

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) memasok produk tersebut.  Foto: Dok.  WSBP
PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) memasok produk tersebut. Foto: Dok. WSBP

Dalam proses homologasi pasca sidang Penangguhan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) bersama mayoritas vendor menyepakati salah satu opsi pembayaran utang dikonversi menjadi saham.

Direktur Keuangan & Manajemen Risiko WSBP, Asep Mudzakir, mengakui ada beberapa vendor yang tidak setuju dengan keputusan tersebut, karena harga saham WSBP saat ini turun menjadi sekitar Rp 50 per saham.

Asep mengatakan, saham WSBP disuspensi selama masa PKPU, baru dibuka pada Maret 2023 dengan harga Rp 95 per saham. Tren saham perseroan kemudian berfluktuasi, hingga akhirnya akibat berbagai kasus induk perusahaan, PT Waskita Karya (Persero), saham WSBP diparkir di Rp 50 per saham.

Ia mengatakan, banyak faktor pergerakan saham, seperti faktor eksternal, industri, dan juga faktor fundamental dari perusahaan itu sendiri.

"Dari sisi fundamental perusahaan, kami melihat memang WSBP membutuhkan waktu untuk memulihkan kinerjanya, yang bisa kami lakukan adalah melakukan yang terbaik di domain manajemen perusahaan," jelas Asep saat temu media, Selasa (8/8).

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) Asep Mudzakir.  Foto: Ghinaa Rahmatika/koil
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) Asep Mudzakir. Foto: Ghinaa Rahmatika/koil

Asep mencontohkan, manajemen akan meningkatkan pendapatan (revenue), kontrak, kewajiban (utang), dan lain-lain. Sedangkan pendapatan WSBP pada 2022 menembus Rp 2 triliun, naik 70 persen dari 2021. Perseroan juga membukukan kinerja keuangan positif alias laba bersih.

Di sisi lain, ia juga berharap momentum pembangunan proyek infrastruktur tetap menjadi fokus utama pemerintah, terutama menjelang peralihan kepemimpinan pada Pemilu 2024. Namun, dia yakin hal tersebut akan terus meningkat seiring dengan perkembangan ekonomi makro Indonesia.

"Kami akan menjaga WSBP dari sisi kinerja agar terlihat baik dan proses bisnis agar dinilai baik. Selain itu, kami juga berharap proses transisi kepemimpinan Indonesia berjalan lancar." kata Asep.

Hutang Vendor Latar Belakang Dibayar Menggunakan Saham

Asep menambahkan, dari total 349 vendor yang memiliki piutang di WSBP, ada segelintir yang tidak setuju dengan keputusan konversi utang menjadi saham dan mengadukannya di media sosial Twitter.

Kondisi tersebut, kata dia, tidak sesuai ekspektasi ideal, namun WSBP berangkat dari situasi PKPU, sehingga yang terpenting adalah menyelamatkan perusahaan dari kebangkrutan yang membuat utang tidak bisa dilunasi ke vendor.

"Pilihannya pasti ada kepastian pembayaran walaupun harus dicicil misalnya 5 tahun atau dibayar sebagian, tapi ada kepastian dibanding kemarin di PKPU kalau bangkrut tidak akan dapat," tegas Asep.

Proyek pembangunan yang dikerjakan PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) pada 2023. Foto: Dok.  WSBP
Proyek pembangunan yang dikerjakan PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) pada 2023. Foto: Dok. WSBP

Dalam proposal homologasi WSBP, penyelesaian utang klaster vendor melalui konversi menjadi saham berlaku bagi 65 persen vendor dengan nilai Rp 1,7 triliun. Sedangkan 35 persen sisanya dicicil menggunakan arus kas maksimal 5 tahun.

Direktur Utama WSBP FX Poerbayu Ratsunu menambahkan, saat pemungutan suara pada Juni 2023, ada dua opsi yang diajukan kepada kreditur, yakni menyetujui skema perdamaian yang diajukan perseroan atau tidak.

Poerbayu mencatat, dari total nilai utang vendor WSBP yang mencapai Rp. 2,1 triliun, PKL yang tidak setuju bahkan tidak mendaftar untuk mencoblos hanya sekitar Rp. 300 miliar atau sekitar 7 persen dari total vendor.

"Kalau dari 7 persen ini ada yang ngomong keras, apakah mewakili (total pedagang) Rp. 2,1 triliun? Jika mereka setuju, berarti mereka setuju dengan pilihan yang mereka maukan," dia menjelaskan.

Suara penolakan vendor yang utangnya dikonversi menjadi saham, kata dia, tidak mewakili total vendor. Terbukti, 10 vendor dengan utang terbesar masih mau bekerja sama dengan WSBP.

"Mereka jika bahasa tidak menyerah. Kami menjadi sedikit bermasalah ketika persentase kecil ini berkuasa," kata Poerbaya.

https://kumparan.com/kumparanbisnis/harga-saham-waskita-beton-mentok-di-rp-50-begini-nasib-utang-para-vendor-20x1bzMHwOV

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: