Hashim Djojohadikusumo: Laporan Intelijen, 19,7% Masyarakat RI Tolak Pancasila - Kamplongan
NEWS  

Hashim Djojohadikusumo: Laporan Intelijen, 19,7% Masyarakat RI Tolak Pancasila

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Sujono Djojohadikusumo (tengah) dan Ketua Joman Immanuel Ebener (kanan) dalam Deklarasi Prabowo Mania 08 di Gedung Joang '45, Jakarta, Minggu (12/3).  Foto: Zamachsyari/koil
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Sujono Djojohadikusumo (tengah) dan Ketua Joman Immanuel Ebener (kanan) dalam Deklarasi Prabowo Mania 08 di Gedung Joang ’45, Jakarta, Minggu (12/3). Foto: Zamachsyari/koil

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Gerindra Hashim Djojohadikusumo membeberkan data intelijen negara. Hashim mengatakan Presiden Jokowi dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto akan menerima laporan intelijen pada 2022.

Laporan tersebut mengungkapkan bahwa 19,7% masyarakat Indonesia menolak Pancasila. Padahal, Pancasila adalah dasar negara.

"Ada lagi tentang data. Setahun yang lalu, Pak Jokowi, Prabowo, dan beberapa menteri mendapat laporan intelijen bahwa ini tahun lalu, ya, 19,7% yang saya ingat, ya, 19,7% rakyat Indonesia menolak Pancasila sebagai dasar negara," kata Hashim saat memberikan pengarahan pada acara Silaturahmi Nasional Pemberian Materi dan Pemantapan Relawan Prabowo secara virtual, Kamis (10/8).

Hashim mengatakan, 19,7% masyarakat ini, mau mengubah dasar negara menjadi negara khilafah menjadi syariah.

"Kalau mau diganti dengan basis lain yang disebut negara syariah, negara khilafah dan lain-lain, yang 19,7% itu sangat memprihatinkan saya," kata Hasyim.

"Artinya hampir 55 juta orang menolak Pancasila," kata adik Prabowo yang selalu memberikan dukungan penuh setiap kali sang kakak mengikuti pemilihan presiden.

Pengusaha ini kemudian membedah data kemungkinan masyarakat Indonesia menolak Pancasila. Jika mengacu pada data 19,7%, angka ini sangat besar dan memang mengkhawatirkan.

"Jika kita memotong anak-anak di bawah usia 17 tahun, mungkin 15 juta orang. Artinya ada 40 juta orang dewasa Indonesia yang menolak Pancasila sebagai dasar negara." dia berkata.

Peserta membawa lambang Garuda Pancasila saat upacara tradisi Bedhol Pusaka di depan Museum Keraton Gebang, Kota Blitar, Jawa Timur, Rabu (31/5/2023).  Foto: INTERFOTO/Muhammad Mada
Peserta membawa lambang Garuda Pancasila saat upacara tradisi Bedhol Pusaka di depan Museum Keraton Gebang, Kota Blitar, Jawa Timur, Rabu (31/5/2023). Foto: INTERFOTO/Muhammad Mada

Alasan Ada Orang Indonesia Menolak Pancasila

Hashim mengaku dirinya dan Prabowo tak tinggal diam menanggapi laporan tersebut. Dia melakukan analisis dan mencari tahu penyebabnya.

"Setelah saya, Prabowo dan kawan-kawan menganalisis, kami menyimpulkan bahwa saudara-saudara kita yang menolak Pancasila karena belum merasakan manfaat Pancasila bagi mereka dalam kehidupan sehari-hari," jelas Hasyim.

"Mereka masih belum cukup makan, tidak punya air untuk mandi dan minum, tidak punya fasilitas kesehatan yang terjangkau, banyak yang mahal, pendidikannya tidak sempurna, banyak yang putus sekolah di usia 9 tahun, 10,11 dan seterusnya. Mereka tidak tinggal di perumahan yang layak," kata Hasyim.

Lebih lanjut, Hashim mengutip laporan dari sebuah media nasional bahwa masih ada 2,3 juta kepala keluarga di Jakarta yang tidak memiliki rumah layak huni.

Menurutnya, jika Indonesia dapat menerapkan sila ke-5 Pancasila dengan baik yaitu ‘Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia’ maka masalah ini dapat diatasi.

"Kami mempraktikkan sila ke-5. Dengan kita mengamalkan sila ke 5, perlahan kita akan menguranginya [penolak Pancasila]. ‘Kami akan merasakan manfaatnya, anak-anak kami tidak akan putus sekolah, bisa mendapatkan makanan yang layak, tidak akan kelaparan, akan tinggal di perumahan yang layak, akan mendapatkan air bersih’," kata Hasyim.

https://kumparan.com/kumparannews/hashim-djojohadikusumo-laporan-intelijen-19-7-masyarakat-ri-tolak-pancasila-20xobWymm53

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: