Kementerian Keuangan Menargetkan 60 Ribu Investor Baru SBN Ritel Pada 2023 - Kamplongan

Kementerian Keuangan menargetkan 60 ribu investor baru SBN ritel pada 2023

Targetnya kira-kira selain dari sisi nominal, kami juga menargetkan penambahan investor baru

Jakarta (ANTARA) – Direktur Surat Utang Negara (SUN) Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Deni Ridwan menargetkan 60 ribu investor baru Surat Berharga Negara (SBN) Ritel pada 2023.

“Targetnya kira-kira selain dari sisi nominal, kami juga menargetkan penambahan investor baru. Dan kalau kami sampaikan tahun 2023, selama setahun kami targetkan 60 ribu investor baru,” kata Deni di Jakarta, Kamis.

Dari sisi nilai nominal, Kementerian Keuangan menargetkan penerbitan SBN Ritel senilai Rp130 ​​triliun hingga Rp150 triliun. Angka tersebut tercatat meningkat 21% hingga 40% dibandingkan realisasi penerbitan SBN Ritel tahun 2022 yang senilai Rp107 triliun.

Lebih lanjut Deni menjelaskan, tahun ini animo masyarakat untuk berinvestasi di SBN Ritel meningkat. Dilihat dari profil investor, tahun ini sekitar 40 persen investor SBN ritel didominasi investor muda.

Ia menilai, animo masyarakat untuk berinvestasi di SBN terlihat dari penjualan Sukuk Tabungan (ST) seri ST010. Dari hasil penerbitan SBN Ritel 3 seri hingga Sukuk Tabungan (ST) seri ST010, pemerintah meraup dana jual Rp 58,67 triliun atau hampir Rp 60 triliun.

Selain itu, Kementerian Keuangan berencana menerbitkan berbagai opsi SBN untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berinvestasi, terutama untuk pembangunan proyek transisi energi menuju Net Zero Emissions pada tahun 2060.

Salah satu SBN yang akan diterbitkan adalah ORI023 pada 30 Juni dengan pilihan tenor 3 dan 4 tahun.

“Dan nanti 30 Juni kita akan launching ORI023 dengan tenor 3 dan 4 tahun. Jadi 4 tahun ini menjadi SBN Ritel dengan tenor terpanjang,” kata Deni.

Selain banyaknya pilihan, alokasi SBN juga akan ditambah. Untuk tahun ini, Kementerian Keuangan menambah alokasi penerbitan SBN ritel menjadi Rp150 triliun.

“Kemarin tahun 2022 kita terbitkan SBN Ritel Rp 107 triliun, sekarang untuk tahun 2023 kita diberi alokasi tambahan Rp 150 triliun,” jelasnya.

Oleh karena itu, Deni berharap dengan dikeluarkannya berbagai opsi tersebut, para investor muda semakin tertarik untuk berinvestasi membangun negeri melalui instrumen SBN.

“Karena generasi milenial, meski nominal per investornya kecil, kami berharap nantinya mereka paham, merasakan manfaat berinvestasi di SBM Ritel, semakin tua, semakin besar pendapatannya, semakin besar alokasi untuk investasi di SBM. sehingga kita lebih mandiri dari segi pembiayaan pembangunan,” pungkasnya.

Baca juga: Kementerian Keuangan menargetkan SBN menjadi sarana pendistribusian kekayaan bagi masyarakat
Baca juga: Mansek: Obligasi ritel bakal tangguh seiring bertambahnya investor domestik

Reporter: Bayu Saputra
Editor: Ahmad Wijaya
HAK CIPTA © ANTARA 2023

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: