Kendarai Sepeda Listrik Di Jalan Raya Bisa Ditilang? - Kamplongan

Kendarai Sepeda Listrik di Jalan Raya Bisa Ditilang?

Anak-anak bermain sepeda listrik di Ciledug, Cirebon Foto: Rizki Fajar Novanto/coil
Anak-anak bermain sepeda listrik di Ciledug, Cirebon Foto: Rizki Fajar Novanto/coil

Pengamat Perhubungan dan Hukum dan mantan Kasubdit Penegakan Hukum (Gakkum) Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto mengatakan, penyelesaian masalah kecelakaan yang melibatkan sepeda listrik masih diperdebatkan.

“Menurut saya, dalam menyikapi sepeda listrik belum pasti ada yang berpendapat bahwa sepeda listrik yang tidak dilengkapi pedal dianggap sebagai motor listrik. Sebaliknya, yang mengayuh dianggap sebagai sepeda listrik (sepeda motor), jelas Budiyanto saat dihubungi Coil (5/8).

Ada juga pendapat bahwa sepeda listrik yang dapat dikendarai dengan kecepatan hingga 50 km/jam dari segi keselamatan dapat didenda dan kendaraannya dapat disita. Menurutnya, penggunaan sepeda listrik perlu aturan khusus agar penyelesaian masalah tidak kontradiktif.

Belum adanya regulasi lengkap yang mengatur penggunaan sepeda listrik menjadi kendala tersendiri. Saat ini baru ada Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 45 Tahun 2020 Tentang Kendaraan Tertentu Yang Menggunakan Penggerak Motor Listrik.

Anak-anak bermain sepeda listrik di Ciledug, Cirebon Foto: Rizki Fajar Novanto/coil
Anak-anak bermain sepeda listrik di Ciledug, Cirebon Foto: Rizki Fajar Novanto/coil

“Tapi peraturan menteri tidak mengatur sanksi pidana. Kemudian Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) No 22 Tahun 2009 juga tidak mengatur sepeda listrik, hanya disebutkan kendaraan bermotor dan tidak bermotor,” imbuhnya.

Budiyanto menambahkan, merujuk pada ketentuan pidana Pasal 1 KUHP yang berbunyi suatu perbuatan tidak dapat dipidana kecuali berdasarkan kekuatan ketentuan hukum pidana yang ada. Artinya tindak pidana tidak dapat dipidana sebelum ada aturan yang mengaturnya.

“Jika mau melakukan terobosan, sepeda listrik yang mengaspal atau beroperasi di jalan umum dapat dikenakan Pasal 299 UU LLAJ No 22 Tahun 2009 yaitu dengan diberi peringatan,” jelasnya.

Berikut bunyi Pasal 299 UU LLAJ No 22 Tahun 2009

Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Tidak Bermotor yang dengan sengaja memegang Kendaraan Bermotor untuk digandeng, menarik benda yang dapat membahayakan Pengguna Jalan lain, dan/atau menggunakan jalan kendaraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122 huruf a, huruf b, atau huruf b. c dipidana dengan pidana kurungan paling lama 15 (lima belas) hari atau denda paling banyak Rp. 100.000,00 (seratus ribu rupiah).

“Sekali lagi perlu ada aturan khusus yang mengatur tentang sepeda listrik, selain Peraturan Menteri Perhubungan PM No 45 Tahun 2020,” pungkas Budiyanto.

***

https://kumparan.com/kumparanoto/kendarai-sepeda-listrik-di-jalan-raya-bisa-ditilang-20wdjiC27HU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: