Ketua OJK Sebut Pertumbuhan Ekonomi RI Terlalu Indah Untuk Sebagian Negara - Kamplongan

Ketua OJK Sebut Pertumbuhan Ekonomi RI Terlalu Indah untuk Sebagian Negara

Penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Carbon Exchange oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dan Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar, Selasa (18/7).  Foto: OJK
Penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Carbon Exchange oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dan Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar, Selasa (18/7). Foto: OJK

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar mengatakan indikator pertumbuhan ekonomi dan stabilitas jasa keuangan Indonesia merupakan kombinasi yang terlalu indah untuk beberapa negara di dunia.

Mahendra mengatakan, pemerintah menargetkan defisit APBN 2023 bisa ditekan ke level 2,28 persen dari PDB, jauh lebih rendah dari yang sebelumnya dicadangkan dari APBN 2023 sebesar 2,84 persen.

Sementara itu, inflasi baik indeks harga konsumen (IHK) maupun indeks harga grosir (IHPB) Juli 2023 sebesar 3,08 persen, turun dari 3,52 persen pada bulan sebelumnya, dan inflasi inti turun menjadi 2,4 persen.

"Kombinasi yang luar biasa, bisa dikatakan kombinasi mimpi, bahkan terlalu indah untuk menjadi impian negara maju dan sebagian besar negara berkembang di dunia," ujarnya di sela-sela acara HUT ke-46 pasar mode Indonesia, Kamis (10/8).

"Bagi negara maju dan berkembang, itu terlalu indah untuk menjadi mimpi, bagi kita itu adalah fakta kehidupan," lanjut Mahendran.

Mahendra melanjutkan, stabilitas sektor jasa keuangan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga dengan baik di tengah kondisi perekonomian dan pasar keuangan global yang diperkirakan akan semakin menantang.

Hal itu terlihat dari data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan II 2023 mencapai 5,17 persen (yoy), lebih tinggi dari perkiraan konsensus pasar sebesar 4,93 persen.

Selain itu, kata Mahendra, terjadi pergeseran penggerak utama pertumbuhan ekonomi triwulan II 2023, yakni konsumsi rumah tangga dan investasi, berbeda dengan tahun lalu yang didorong oleh kinerja ekspor.

Mahendra melanjutkan, kinerja pertumbuhan konsumsi rumah tangga mencapai 5,23 persen dan investasi 4,63 persen, sehingga kombinasi konsumsi dan investasi yang secara bersama-sama menyumbang 80 persen terhadap PDB, dapat melampaui kontraksi pertumbuhan ekspor minus 2,75 persen.

"Hal ini menunjukkan tidak hanya pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan tetapi juga berdasarkan mesin pertumbuhan yang menjadi kekuatan kita yang sebenarnya yaitu konsumsi rumah tangga, 53 persen dari PDB," dia menjelaskan.

Kinerja ekonomi Indonesia yang positif, kata dia, berbeda dengan negara-negara lain yang saat ini masih membahas cara menghindari crash landing dan stagflasi.

"Namun, kata kunci perekonomian Indonesia sejalan dengan tema HUT ke-46, Indonesia Maju dan Pembangunan Berkelanjutan, di tempat lain. bagaimana menghindari stagflasi," pungkas Mahendra.

https://kumparan.com/kumparanbisnis/ketua-ojk-sebut-pertumbuhan-ekonomi-ri-terlalu-indah-untuk-sebagian-negara-20xiwPm4nVb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: