Pengertian Berpikir Komputational Dan Fondasinya - Kamplongan
NEWS  

Pengertian Berpikir Komputational dan Fondasinya

Ilustrasi proses mencari bagian penting dari suatu masalah dan mengabaikan yang tidak penting, foto: Unsplash/CasarsaGuru.
Ilustrasi proses mencari bagian penting dari suatu masalah dan mengabaikan yang tidak penting, foto: Unsplash/CasarsaGuru.

Proses mencari bagian penting dari suatu masalah dan mengabaikan bagian yang tidak penting disebut pemikiran komputasi. Tidak banyak orang yang tahu tentang pemikiran komputasional.

Sering terjadi kesalahpahaman tentang isu dan masalah. Masalah adalah gejala yang muncul dipermukaan, sedangkan masalah adalah akar penyebab atau “paling berpotensi” menimbulkan gejala tersebut.

Definisi Berpikir Komputasi

Ilustrasi proses mencari bagian penting dari suatu masalah dan mengabaikan yang tidak penting, foto: Unsplash/CasarsaGuru.
Ilustrasi proses mencari bagian penting dari suatu masalah dan mengabaikan yang tidak penting, foto: Unsplash/CasarsaGuru.

Misalnya ada seseorang yang memiliki masalah kesehatan yaitu sakit kepala. Sakit kepala merupakan gejala yang muncul ke permukaan. Namun, akar masalahnya bisa bermacam-macam, seperti kurang tidur, sakit gigi, tumor otak, atau lainnya.

Akar masalah ini disebut sebagai problem atau masalah yang perlu dipecahkan. Solusi sakit kepala akibat kurang tidur tentunya berbeda dengan solusi sakit kepala akibat sakit gigi atau tumor otak.

Pemecahan masalah atau penyelesaian masalah Hal ini berkaitan dengan banyak hal, misalnya strategi dan sumber daya/ sumber daya tersedia.

Proses mencari bagian penting dari suatu masalah dan mengabaikan bagian yang tidak penting disebut pemikiran komputasi. Dikutip dari buku GURU BERGERAK : Mendorong Kemajuan Pendidikan Nasional, Wijaya Kusumah, S.Pd., M.Pd., dkk (2021), berpikir komputasi disebut juga pemikiran komputasi (CT).

CT adalah proses berpikir dalam merumuskan masalah dan strategi dalam menentukan/memilih solusi yang efektif, efisien, optimal untuk dilakukan oleh agen pengolah informasi (solusi).

Agen pengolah informasi yang dimaksud adalah manusia atau komputer. Ada tiga hal utama yang terkandung dalam definisi CT, yaitu masalah, solusi efektif, efisien, dan optimal, dan agen pengolah informasi.

CT menjadi penting karena perkembangan dunia melalui Industri 4.0, VUCA, dan Society 5.0 berdampak pada berbagai bidang kehidupan, termasuk di bidang pendidikan.

Salah satunya adalah perubahan lingkungan belajar yang berubah menjadi lingkungan digital yang menggunakan Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), big data, dan lain-lain.

Hal ini membuat informasi lebih mudah diperoleh siswa. Proses pembelajaran menjadi lebih berpusat pada siswa, karena guru tidak lagi menjadi sumber informasi utama. Peran guru adalah sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran siswa.

Landasan Pemikiran Komputasi

Ilustrasi proses mencari bagian penting dari suatu masalah dan mengabaikan yang tidak penting, foto: Unsplash/CasarsaGuru.
Ilustrasi proses mencari bagian penting dari suatu masalah dan mengabaikan yang tidak penting, foto: Unsplash/CasarsaGuru.

CT memiliki empat landasan yang menjadi dasar pemecahan masalah, yaitu dekomposisi (penguraian), algoritma (algoritma), pengenalan pola (pengenalan pola), dan abstraksi (abstraksi).

1. Dekomposisi

Dekomposisi adalah pembagian suatu masalah menjadi beberapa sub-masalah yang lebih kecil.

2. Pengenalan pola

Pengenalan pola adalah pengamatan atau analisis kesamaan yang ada di antara masalah.

Jika seseorang telah memecahkan masalah berkali-kali, diharapkan dapat menemukan pola masalah yang serupa dan juga pola solusi yang dirancang/diimplementasikan.

3. Abstraksi

Abstraksi adalah proses menghilangkan bagian yang tidak relevan dari suatu masalah. Dengan abstraksi, dapat dibuat sebuah cetak biru pemecahan masalah yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah serupa.

4. Algoritma

Algoritma adalah langkah-langkah berurutan untuk memecahkan masalah. Algoritma harus disusun dengan jelas, runtut, lengkap, efisien, dan tidak melanggar batasan masalah.

Dengan empat landasan CT ini, mengembangkan solusi masalah menjadi lebih mudah. CT juga dapat diintegrasikan dengan berbagai konsep pemikiran lainnya, misalnya dberpikir desain, berpikir kritis, berpikir sistemdan lain-lain, yang mungkin sebenarnya telah dipraktekkan dalam kehidupan.

Baca juga: Alasan Kita Harus Berpikir Komputasi dan Contoh Penerapannya

Demikianlah gambaran komputasional thinking sebagai proses menemukan bagian-bagian penting dari suatu masalah dan mengabaikan bagian-bagian yang tidak penting. CT “diajarkan” di dalam kelas dengan mentransmisikannya melalui cara berpikir guru saat memecahkan suatu masalah. (Umi)

https://kumparan.com/berita-terkini/pengertian-berpikir-komputational-dan-fondasinya-20xhYQ1o1kE

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: