Pengertian Instrumen Investasi Jangka Menengah dan Contohnya

Instrumen investasi jangka menengah cukup bervariasi. Investasi jangka menengah memiliki instrumen dengan berbagai macam pilihan. Perlu diingat jika kegiatan investasi cukup beragam.

Mengamankan kondisi keuangan di masa depan dengan mengandalkan tabungan saja rasanya belum cukup. Mengingat berbagai kebutuhan hingga biaya tertentu seperti kesehatan, pendidikan anak dan sebagainya pasti akan mengalami kenaikan.

Solusi agar kamu bisa mengcover semua biaya kehidupan di masa depan dan keuangan bisa tetap aman, maka penting untuk melakukan investasi. Bagi kamu yang belum melakukannya, tenang saja karena tak ada kata terlambat untuk investasi.

Namun, jangan langsung terjun begitu saja, sebab kamu harus mengetahui terlebih dahulu bahwa investasi memiliki jangka waktu yang berbeda, yaitu mulai dari pendek, menengah hingga jangka panjang.

Kali ini, Kita akan membahas apa itu investasi jangka menengah, tujuan samapai contohnya. Mari simak ulasannya berikut ini, agar kamu dapat memilih instrumen investasi jangka menengah yang tepat dan tentunya memberikan keuntungan buatmu.

Ada banyak varian investasi yang bisa Anda jadikan pilihan. Salah satunya jenis investasi jangka menengah. Lantas instrumen apa saja yang bisa Anda jadikan pilihan? Simak penjelasan yang kami berikan berikut ini.

Investasi Jangka Menengah

Perlu kamu ingat kembali, investasi merupakan suatu aktivitas menempatkan modal bisa dalam bentuk uang atau aset lainnya ke dalam suatu benda, lembaga atau pihak tertentu yang nantinya sebagai penanam modal atau investor bisa mendapatkan keuntungan. Sementara jangka menengah yaitu waktu menjalankan investasi tersebut

Jadi, investasi jangka menengah adalah penanaman modal yang dijalankan dalam waktu yang tidak panjang dan juga tidak pendek. Umumnya investasi jangka menengah ini bisa dari satu tahun hingga lima tahun.

Umumnya, investasi jangka menengah ini dipilih seseorang untuk mencapai target yang telah disusun atau direncanakan pada satu atau lima tahun mendatang. Misalnya saja seperti berikut:

  • Melanjutkan pendidikan S1, S2 dan sebagainya
  • Mempersiapkan DP rumah di 3 tahun kemudian
  • Membeli motor dengan bayar cash di tahun depan
  • Mempersiapkan DP untuk beli mobil
  • Membeli barang branded
  • DLL

Mengenal Instrumen Investasi Jangka Menengah

Kegiatan investasi menjadi salah satu cara untuk membantu mempersiapkan kebutuhan finansial masa depan. Investasi adalah pembelian yang bertujuan untuk kebutuhan dalam bentuk produksi.

Tujuannya untuk mengembangkan modal usaha agar menghasilkan keuntungan. Mungkin ada yang beranggapan menabung menjadi solusi yang tepat.

Namun jika hanya mengandalkan tabungan saja rasanya belum cukup. Sehingga, dengan menjalankan investasi membantu mempersiapkan kebutuhan lebih aman dan menguntungkan.

Dalam berinvestasi ada jangka waktu yang membedakan kegiatan tersebut. Ada investasi jangka pendek, menengah, dan panjang. Kali ini kita akan membahas investasi jangka menengah.

Investasi ini memiliki jangka waktu yang tidak terlalu lama atau cepat. Investasi ini biasanya memiliki kurun waktu antara 1-5 tahun.

Untuk berbagai macam tujuan ada beberapa instrumen yang bisa Anda jadikan pilihan. Instrumen tersebut yang bisa Anda pilih antara lain:

Emas

Salah satu jenis instrumen investasi jangka menengah yang cukup diminati yaitu emas. Emas menjadi instrumen yang mampu memberikan keuntungan cukup stabil.

Sebaiknya perhatikan jangka waktu investasi mengingat harga emas yang terus naik. Alangkah baiknya jika emas berupa logam mulia bisa dijadikan tujuan finansial 4-5 tahun mendatang.

Jika Anda memiliki dana cash ada baiknya segera belikan emas murni atau logam mulia. Beli dari nilai yang paling kecil sesuai kemampuan. Adapun platform yang bisa Anda gunakan sebagai tempat untuk menabung emas, pilih yang terbaik dan terpercaya.

Sukuk Ritel

Selain instrumen investasi jangka menengah yang pertama, masih banyak jenis lainnya. Jenis instrumen yang satu ini pemerintah terbitkan sesuai syariat agama Islam.

Sukuk ritel penerbitnya adalah pemerintah untuk seluruh WNI. Instrumen ini untuk mendukung pembangunan nasional dan pembangunan infrastruktur Indonesia.

Pemesanan sukuk ritel minimal 1 juta, namun mampu memperoleh keuntungan yang cukup besar. Imbal hasil akan dibayarkan setiap bulan dan sukuk ritel bisa diperdagangkan di pasar sekunder antar investor domestik.

Selain kedua instrumen tersebut masih banyak jenis lainnya. Misalnya obligasi negara ritel (ORI), reksadana pendapatan tetap dan reksadana. Dengan mengetahui jenis instrumen yang tepat maka membantu Anda mendapatkan keuntungan sesuai kebutuhan.

Sebaiknya pilih jangka waktu dengan instrumen tepat. Sehingga Anda dapat menentukan hasil keuntungan sesuai kebutuhan. Instrumen investasi jangka menengah cukup beragam, tentukan pilihan instrumen dengan tahu pengertian dan tujuannya.

Contoh Instrumen Investasi Jangka Menengah

Untuk mencapai berbagai tujuan atau impian kamu semua di satu atau lima tahun mendatang, maka kamu bisa mengandalkan dari beberapa instrumen investasi jangka menengah berikut ini:

1. ORI

Obligasi Negara Ritel (ORI) adalah instrument invstasi berupa Surat Berharga Negara (SBN) yang pemerintah tawarkan kepada Warga Negara Indonesia (WNI) secara individu atau perseorangan. Melalui investasi ORI ini, kamu bisa memperoleh keuntungan untuk mencapai tujuan finansialmu di beberapa tahun mendatang.

Selain itu, kamu juga turut membantu kemajuan negara karena seluruh dana yang diperoleh dari hasil penerbitan ORI021 akan dimanfaatkan untuk pembiayaan APBN 2022, termasuk pembiayaan dalam rangka upaya penanganan dan pemulihan dampak pandemi Covid-19.

Kamu akan mendapatkan berbagai manfaat dari investasi ORI, antara lain:

  • Mendapatkan kupon yang dibayarkan setiap bulannya
  • Capital gain
  • Jangka waktu yang relative pendek
  • Memiliki risiko yang rendah
  • Bisa diperdagangkan di pasar sekunder

Bagi kamu yang saat ini berminat investasi di ORI, masih ada kesempatan untuk melakukan pemesanan ORI seri 021. Berikut syarat dan ketentuan

  • Masa Penawaran: 24 Januari – 17 Januari 2022
  • Minimum pemesanan Rp1 juta dan maksimum pemesanan Rp2 miliar
  • Kupon 4,90%
  • Perpajakan PPh final 10%
  • Pemesanan ORI di mitra distribusi yang bekerjasama dengan pemerintah, seperti Trimegah Sekuritas, Mandiri Sekuritas, BCA, CIMB Niaga,
  • Mandiri, Modalku, Bibit dan sebagainya.

2. Sukuk Ritel

Bagi kamu yang ingin investasi jangka menengah sesuai dengan syariah islam, kamu bisa pilih sukuk ritel. Sukuk ritel ini diterbitkan oleh pemerintah untuk seluruh WNI. Sama halnya dengan ORI, sukuk ritel juga untuk mendukung pembangunan nasional dam pembangunan infrastruktur Indonesia.

Dengan pemesanan sukuk ritel minimal Rp1 juta saja, kamu bisa memperoleh imbal hasil yang lumayan, yaitu sekitar 5% per tahun dengan tenor tiga tahun. Imbal hasil tetap akan dibayarkan setiap bulannya dan sukuk ritel ini bisa kamu perdagangkan di pasar sekunder antar investor domestik.

3. Reksadana Pendapatan Tetap

Berdasarkan situs sikapiuangmuojk.go.id, reksadana pendapatan tetap adalah instrumen reksadana yang sebagian besar alokasi dana investasi di tempatkan pada efek yang memberikan pendapatan tetap.

Berikut beberapa kelebihan investasi reksadana pendapatan tetap yang dikutip dari Kompas.com, antara lain:

  • Modal investasi sangat terjangkau, bisa dimulai dari Rp 10.000 untuk pembelian reksa dana secara online.
  • Peluang untung besar seiring perkembangan NAB reksa dana.
  • Imbal hasil reksa dana bebas pajak, tidak seperti bunga deposito yang kena pajak PPh sebesar 20 persen.
  • Dapat dicairkan atau ditarik sewaktu-waktu pada hari bursa.
  • Dana dikelola oleh Manajer Investasi, pilih yang profesional dan mengantongi izin dari OJK.
  • Pengelolaan RDPT diawasi dan diatur OJK.

Selain itu, risiko dari investasi di RDPT ini adalah:

  • Risiko penurunan nilai unit penyertaan karena dipengaruhi turunnya harga surat utang.
  • Risiko likuiditas yang menyangkut kesulitan dari Manajer Investasi untuk menyediakan uang tunai bila investor ramai-ramai mencairkan reksa dananya.
  • Risiko wanprestasi adalah risiko yang muncul ketika perusahaan asuransi yang mengasuransikan kekayaan reksa dana tidak segera membayar ganti rugi atau membayar lebih rendah dari nilai pertanggungan saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan yang dapat menyebabkan penurunan NAB.
  • Dana investor tidak dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) karena bukan produk perbankan.

Sementara imbal hasil pada reksadana pendapatan tetap ini bisa mencapai 9% atau lebih per tahunnya. Berikut, beberapa RDPT yang mendapatkan keuntungan tertinggi selama satu tahun hingga 8 Februari 2022 yang dikutip dari infovesta.com, yaitu:

  • Bahana Pendapatan Tetap Utama 2: 37,86%
  • Insight Government Fund: 15,23%
  • Si DanaObligasi Maxima: 9.07%
  • Insight Renewable Energy Fund – Total Return: 8,65%

4. Reksadana Campuran

Reksadana campuran adalah reksadana yang investasinya minimum 79% di campuran instrumen pasar uang atau pendapatan tetap atau saham. Di masing-masing instrumen tersebut bobotnya tidak boleh lebih dari yang sudah ditentukan.

Terdapat jenis reksadana campuran, antara lain:

Jenis Reksadana Campuran Penjelasan
Konservatif Pengalokasian investasi lebih banyak ke pasar uang dan pendapatan tetap
Moderat Pengalokasian investasinya seimbang antara pasar uang, pendapatan tetap dan saham
Agresif Pengalokasian investasinya lebih banyak ke saham

Keuntungan yang didapat dari investasi jangka menengah di reksadana campuran, ialah:

  • Investasi bisa dimulai dengan modal Rp100 ribu
  • Hasil investasi fleksibel
  • Potensi keuntungan seiring perkembangan nilai aktiva bersih reksadana
  • Pengelolaan dilakukan manajer investasi
  • Efisiensi waktu karena tidak melakukan analisa dan administrasi
  • Diversifikasi
  • Keuntungan perpajakan
  • Likuid
  • Transparan

Sementara kerugian dari reksadana campuran:

  • Menurunnya nilai unit penyertaan
  • Adanya risiko ekonomi dan politij
  • Likuiditas
  • Perubahan aturan
  • Bisa terjadinya pembubaran

Berikut beberapa reksadana campuran yang mendapatkan keuntungan tertinggi selama satu tahun hingga 8 Februari 2022 yang dikutip dari infovesta.com, yaitu:

  • Cpital Optimal Balanced: 18,31%
  • HPAM Premium – 1: 23,45%
  • Jasa Capital Campuran Dinamis: 65,11%
  • Sucorinvest Citra Dana Berimbang: 17,17%

5. Emas

Emas murni atau logam mulia bisa kamu jadikan sebagai investasi jangka menengah. Harga emas yang cenderung naik setiap waktunya membuat kamu bisa memperoleh keuntungan yang lumayan.

Meski begitu, kamu wajib perhatikan jangka waktu dalam berinvestasi emas, mengingat harga emas juga tak naik yang signifikan dalam waktu dekat. Jadi, alangkah baiknya jika logam mulia ini kamu jadikan investasi untuk mencapai tujuan finansialmu di empat atau lima tahun mendatang.

Apabila memiliki dana cash, kamu bisa beli langsung logam mulia di online atau toko emas di sekitar tempat tinggalmu. Belie mas setiap bulan secara rutin mulai dari 1 gram, 3gram, 5 gram dan sebagainya. Per hari ini, berdasarkan logammulia.com, 1 gram logam mulia seharga Rp 943 ribu.

Selain itu, kamu juga bisa menabung emas di berbagai platform terpercaya, seperti Pegadaian Digital, E-mas, Indogold, Lakuemas, dan Tamasia. Menabung emas ini dimulai dari saldo emas minimal Rp10 ribu saja.

Pilih Investasi Risiko Rendah

Setiap instrumen investasi pastinya memiliki berbagai risiko, sebagai investor yang cerdas tentunya harus mengenali berbagai risiko tersebut. Dengan begitu, kamu bisa memilih investasi dengan risiko yang rendah. Selain itu, wajib juga untuk menyusun strategi dengan tepat agar berbagai risiko tak kamu alami, sehingga investasi bisa berjalan dengan lancar, keuntungan yang kamu peroleh maksimal dan tujuan investasi jangka menengah di satu hingga lima tahun mendatang bisa tercapai dengan baik.

Avatar
Seorang manusia yang bekerja di bidang IT dan mencoba share tentang ilmu walo cuma setitik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *